Oleh Joy Amarta
Pali Kabupaten yang kini telah berdiri sendiri dengan yang dulu bagian
dari Muara Enim, Tahun 2015 telah resmi menjadi Kabupaten Pali. Bupati
Teriknya matahari tak
menyurutkan langkah kaki untuk terus menyusuri tepian jalan menuju ke tempat
lokasi wisata Candi Bumi Ayu yang telah melegenda di kabupaten Pali Sumatera Selatan. Bagi Anda yang datang berkunjung, jangan
risau karena lokasinya sudah mudah untuk diakses kendaraan beroda dua ataupun
roda empat. Dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 150 KM dari Palembang
menuju lokasi. Jalanan yang mulus dan lancar akan menyamankan perjalanan Anda.
Hentangan pemandangan
rumput-rumput hijau yang sangat asri dengan pohon-pohon rindang di sekitar
Candi Bumi Ayu membuat suasana menjadi sejuk dan betah untuk berlama-lama
berwisata. Pinggiran tepi candi banyak dijumpai kedai kopi atau warung kecil
untuk sekedar duduk-duduk bersantai menikmati makanan khas Palembang.
Penduduknya yang ramah-tamah membuat nilai plus untuk kenyamanan Anda saat
berwisata di Candi Bumi Ayu. Untuk menggorek sejarah yang
terjadi pada masa zaman itu.
Candi Bumi Ayu adalah ikon urgen yang fantastik
untuk dikunjungi sebagai Wisata Budaya. Sejarah yang terjadi pada zaman
Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan itu menjadi
kunci dalam tonggak simbol keberhasilan dalam kekuasaanya. Dimana toleransi umat beragama yang menjadi ciri
khas bangsa Indonesia sudah ditunjukkan melalui pembangunan tempat ibadah bagi
kaum yang dulunya menjadi minoritas.
History Candi Bumi Ayu
Candi Bumi Ayu adalah salah satu situs peninggalan agama Hindu yang terdapat di pesisir sungai Lematang, tepatnya di Desa Bumiayu, Kecamatan Tanah Abang, KabupatenPenukal Abab Lematang Ilir, Sumatera
Selatan.
Candi ini merupakan satu-satunya Kompleks Percandian di Sumatera Selatan, dan
sampai saat ini tidak kurang 9 buah bangunan Candi yang telah ditemukan dan 4
diantaranya telah dipugar, yaitu Candi 1, Candi 2, Candi 3 dan Candi 8. Usaha
pelestarian ini telah dimulai pada tahun 1990 sampai sekarang. Komplek Percandian Bumi Ayu
meliputi lahan seluas 75,56 ha, dengan batas terluar berupa 7 (tujuh) buah
sungai parit yang sebagian sudah mengalami pendangkalan.
Keunikan Candi Bumi Ayu adalah bentuknya yang
unik dan aneh serta menarik itulah ciri bangunan candi Bumi Ayu adalah peninggalan pada
masa kejayaan Hindu. Hal ini terlihat adanya patung siwa, nandi, agastia, singa,
ular, burung, serta kemuncak yang bentuknya meruncing seperti genta dapat Anda lihat pada Candi Bumi Ayu.
Itulah history Candi Bumi Ayu yang dapat Anda
telusuri sejarahnya lebih dalam lagi. Peninggalan Candi berupa bongkahan
batu-batu terpecah dan terpisah adalah kisah yang tak dapat dimungkiri akan
adanya sejarah Kerajaan Sriwijaya itu.
Candi-candi di Bumi Ayu merupakan death monument, artinya monumen
yang telah ditinggalkan masyarakat pendukungnya. Candi tersebut ditinggalkan
mungkin seiring dengan terdesaknya kekuatan politik Hindu oleh Islam pada sekitar abad ke-16. Kemudian candi-candi
itu rusak dan terkubur tanah hingga ditemukan kembali oleh E.P. Tombrink tahun1864. Peninggalan monumental itu beserta sistem
budayanya benar-benar hilang pula dari ingatan kolektif pewarisnya. Hal itu nampak
bahwa penduduk Bumi Ayu tidak mengenal fungsinya semula. Cerita penduduk yang
dicatat oleh A.J. Knaap tahun 1902 menyatakan bahwa apa yang sekarang disebut
candi di Bumi Ayu itu adalah bekas istana sebuah kerajaan
yang disebut Gedebong Undang. Diceritakan pula bahwa wilayah kerajaan tersebut
sampai di Modong dan Babat. F.M. Schnitger melaporkan bahwa di kedua desa
tersebut terdapat pula tinggalan agama Hindu (1934:4), namun kini telah hilang
terkena erosi Sungai Lematang.
Referensi
·
Dokumen pibadi Wisata Budaya 5/06/2016 Joy Amarta











