WISATA BUDAYA CANDI BUMIAYU PALI SUMATERA SELATAN

By JOY AMARTA - Februari 15, 2018



 Oleh Joy Amarta



Pali Kabupaten yang kini telah berdiri sendiri dengan yang dulu bagian dari Muara Enim, Tahun 2015 telah resmi menjadi Kabupaten Pali. Bupati
Teriknya matahari tak menyurutkan langkah kaki untuk terus menyusuri tepian jalan menuju ke tempat lokasi wisata Candi Bumi Ayu yang telah melegenda di kabupaten Pali Sumatera Selatan.  Bagi Anda yang datang berkunjung, jangan risau karena lokasinya sudah mudah untuk diakses kendaraan beroda dua ataupun roda empat. Dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 150 KM dari Palembang menuju lokasi. Jalanan yang mulus dan lancar akan menyamankan perjalanan Anda.









Hentangan pemandangan rumput-rumput hijau yang sangat asri dengan pohon-pohon rindang di sekitar Candi Bumi Ayu membuat suasana menjadi sejuk dan betah untuk berlama-lama berwisata. Pinggiran tepi candi banyak dijumpai kedai kopi atau warung kecil untuk sekedar duduk-duduk bersantai menikmati makanan khas Palembang. Penduduknya yang ramah-tamah membuat nilai plus untuk kenyamanan Anda saat berwisata di Candi Bumi Ayu. Untuk menggorek sejarah yang terjadi pada masa zaman itu.









Candi Bumi Ayu adalah ikon urgen yang fantastik untuk dikunjungi sebagai Wisata Budaya. Sejarah yang terjadi pada zaman Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan itu  menjadi kunci dalam tonggak simbol keberhasilan dalam kekuasaanya. Dimana toleransi umat beragama yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia sudah ditunjukkan melalui pembangunan tempat ibadah bagi kaum yang dulunya menjadi minoritas.













History Candi Bumi Ayu

Candi Bumi Ayu adalah salah satu situs peninggalan agama Hindu yang terdapat di pesisir sungai Lematang, tepatnya di Desa Bumiayu, Kecamatan Tanah Abang, KabupatenPenukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan. Candi ini merupakan satu-satunya Kompleks Percandian di Sumatera Selatan, dan sampai saat ini tidak kurang 9 buah bangunan Candi yang telah ditemukan dan 4 diantaranya telah dipugar, yaitu Candi 1, Candi 2, Candi 3 dan Candi 8. Usaha pelestarian ini telah dimulai pada tahun 1990 sampai sekarang. Komplek Percandian Bumi Ayu meliputi lahan seluas 75,56 ha, dengan batas terluar berupa 7 (tujuh) buah sungai parit yang sebagian sudah mengalami pendangkalan.







Keunikan Candi Bumi Ayu adalah bentuknya yang unik dan aneh serta menarik itulah  ciri bangunan candi Bumi Ayu adalah peninggalan pada masa kejayaan Hindu. Hal ini terlihat adanya patung siwa, nandi, agastia, singa, ular, burung, serta kemuncak yang bentuknya meruncing seperti genta dapat Anda lihat pada Candi Bumi Ayu.

Itulah history Candi Bumi Ayu yang dapat Anda telusuri sejarahnya lebih dalam lagi. Peninggalan Candi berupa bongkahan batu-batu terpecah dan terpisah adalah kisah yang tak dapat dimungkiri akan adanya sejarah Kerajaan Sriwijaya itu.
Candi-candi di Bumi Ayu merupakan death monument, artinya monumen yang telah ditinggalkan masyarakat pendukungnya. Candi tersebut ditinggalkan mungkin seiring dengan terdesaknya kekuatan politik Hindu oleh Islam pada sekitar abad ke-16. Kemudian candi-candi itu rusak dan terkubur tanah hingga ditemukan kembali oleh E.P. Tombrink tahun1864. Peninggalan monumental itu beserta sistem budayanya benar-benar hilang pula dari ingatan kolektif pewarisnya. Hal itu nampak bahwa penduduk Bumi Ayu tidak mengenal fungsinya semula. Cerita penduduk yang dicatat oleh A.J. Knaap tahun 1902 menyatakan bahwa apa yang sekarang disebut candi di Bumi Ayu itu adalah bekas istana sebuah kerajaan yang disebut Gedebong Undang. Diceritakan pula bahwa wilayah kerajaan tersebut sampai di Modong dan Babat. F.M. Schnitger melaporkan bahwa di kedua desa tersebut terdapat pula tinggalan agama Hindu (1934:4), namun kini telah hilang terkena erosi Sungai Lematang.




Referensi
·         Dokumen pibadi Wisata Budaya 5/06/2016 Joy Amarta




  • Share:

You Might Also Like

0 komentar