Kisah cinta abadi ini tertuang dalam album kenangan ayah bunda. Teladan dalam hidupku sepanjang masa. Banyak lika-liku dalam kehidupan mereka. Tapi tak pernah ada kata menyerah untuk anak-anaknya. Ayah berjuang dengan mencari sampah kering atau kayu di hutan untuk dijual. Pagi berangkat pulang senja. Peluh keringat membasahi seluruh tubuhnya. Hutan bukanlah halaman tanpa rintangan. Demi keluarga ayah tak pernah mengeluh. Uang dan uang itu harus ada. Untuk besok dan besok dan hari ini. Makan dan makan juga harus ada. Untuk keluarga anak tidak terlantar dan lapar. Ayah selalu saja terus bekerja. Sedikit ataupun banyak ayah berikan hasilnya pada bunda.
Bunda mengabdi dalam keluarga. Tak pernah pula bunda bersedih meskipun ayah terkadang tak bawa uang saat pulang. Cinta dan kasih sayangnya membuat mereka tak pernah mengeluh. Begitulah hidup ayah bundaku. Teringat mereka aku menjadi sedih. Ayah pergi untuk selamanya karena sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Dokter menyarankan kakinya harus dipotong sebatas lutut. Ayah takut. Dalam kondisi parah hanya berobat dengan ramuan seadanya pada zaman itu. Tragis kaki ayah digigit ular hingga tambah menambah parah sakitnya. Racun yang menjalar ke tubuh ayah sudah tak bisa dilawannya. Aku kehilangan ayah untuk selamanya. Tak ada wajah ayah dalam hidupku. Potret ayah tak bisa diabadikan dalam album. Usiaku masihlah empat tahun.
Aku kagum pada bunda. Meskipun tampak ayah bunda selalu berusaha untuk bekerja. Menjadi buruh cuci pakaian di tetangga demi anak-anaknya. Pulang malam terkadang bunda membawa makanan untuk kami. Rasanya aku ingin menjadi cepat besar untuk membantu bunda bekerja. sehingga bunda tidak capek kerja sendirian. Hingga pada suatu hari bunda dilamar oleh seorang bapak-bapak seusia bunda. Aku menjerit ketakutan. Banyak bapak tiri yang kejam dan memperkosa anak tirinya. Aku menolak bunda menikah. Subhanaallah bunda menuruti keinginanku. Aku menangis betapa aku egois saat itu. Bukankah harusnya bunda bahagia? Bukankah bunda harusnya punya pendamping di saat usianya yang semakin tua? Aku menyesal. Sekarang aku baru tahu artinya kehilangan orang yang dicintainya. Bagaimana bunda memaafkan kesalahanku dulu?
Bunda maafkan aku, di saat seperti ini engkau sendirian dalam hidupmu. Semua anak-anakmu mengikuti para imamnya. Bayangan bunda duduk bersama ayah di setiap pagi dan sore menjadi mimpiku sekarang. Penyesalan benar-benar menyelimutiku. Bunda maafkan aku bunda.
Kisahmu akan abadi dalam hidupku bunda. Cinta dan doa selalu untukmu....
Catatan 1. 22/11/2015 Prabumulih Sum-Sel.



