HARI IBU 22 DESEMBER BY JOY AMARTA

By JOY AMARTA - Desember 21, 2016

KENANGAN TERINDAH UNTUK IBU
Oleh Joy Amarta
22 DESEMBER 2016

Tak terasa satu tahun berlalu dengan segala hal yang telah terjadi. Banyak suka dan duka mengarungi kehidupan dalam setiap langkah. Engkau tak pernah mengeluh di depan anak-anakmu yang sering membuat engkau menangis, engkau berpikir sekuat tenaga untuk semua keperluan buah hati tercinta dalam hidupnya. Perjuangan yang tak pernah letih engkau jalani. Dulu engkau cantik jelita dengan urai rambut panjang ikal gelombang. Senyum manis selalu terselip di antara bibirmu. Engkau menjadi warna yang indah bagi insan adam, banyak yang kagum akan kecantikan dan budi pekertimu. Engkau pun siap menerima pilihan lelakimu untuk menjadi ikatan satu dalam naungan sehidup semati dalam nama rumah tangga. Kecantikanmu berangsur menurun untuk anak-anakmu yang telah terlahir dari rahimmu. Engkau tak pernah mengeluh akan pudarnya kecantikan yang telah mengalir pada anak-anakmu yang telah tumbuh besar. Engkau memandang dengan kebanggan yang menyenangkan. Tiap mata akan mengenang kecantikanmu. Ibu, itulah sebutan yang telah tersandang dalam gelarmu. Engkau tak malu akan panggilan itu, meski dengan panggilan itu kecantikanmu memudar, engkau bangga dan bahagia. Senyummu selalu membuat anak-anakmu menjadi sejuk dalam genggaman kasihmu. Ibu, seluruh peluh engkau lakukan untuk anak-anakmu. Dalam setiap detik, menit, jam dan juga hari engkau selalu ada dan ada untuk anak-anakmu. Tangis malam yang telah membangunkanmu tak membuat engkau marah karena telah membuatmu terbangun dalam kelelahan. Tanganmu selalu membelai manakala ada yang membuat anak-anakmu menangis ketakutan. Ibu, engkau telah mengajarkan dan mendidik anak-anakmu dalam hitungan sejarah yang tak pernah lekang oleh waktu. Pendidikan yang telah engkau berikan membuat anak-anakmu menjadi orang yang sukses dalam kehidupan.  Ibu tanganmu tak pernah letih untuk anak-anakmu manakala pertemuan di hari lebaran kumpul. Engkau menyiapkan semua yang menjadi kesenangan anak-anakmu. Engkau tak pernah menuntut anak-anakmu dalam segala hal apa pun. Bagimu bahagia anak-anak itu impian yang terindah dalam hidupmu. Ibu, kado istimewa ini adalah hari termulia dalam catatan sejarah sepanjang tahun. Tiap bulan Desember moment terindah hadir untukmu Ibu menyanjungmu adalah kemulian dalam bakti anak untukmu. Ibu, kado terindah ini berjuta-juta anak akan memposting dalam dunia, semua mengagungkan namamu Ibu, doa, doa dan doa terucap serentak dalam 22 Desember, untukmu Ibu tercinta, untuk Ibu terkasih dalam hidup.
Kini aku telah menjadi Ibu, menjadi bagian yang telah terjadi padamu Ibu. Berlatih menjadi dirimu di masa dulu. Belajar mengabdi di masa dulu. Mengabdi pada suami dan keluarga.
Ibu aku memandang fotomu dalam kebahagian. Karena kesabaranmu engkau telah mengajariku untuk menjadi penyabar bagi anak-anakku.
Ibu karena kasih sayangmu engkau telah mengajarkan aku menjadi sepertimu. Memberikan kasih sayang kepada anak-anak. Ibu aku bangga menjadi anakmu.
Ibu dalam hidupmu sepanjang waktumu, sepanjang napasmu engkau selalu mendoakan anak-anakmu.

Ibu...lagu ini menjadi lagu kesayangan dalam hidupku. Engkau jauh dariku. Aku tak mampu memelukmu dalam kedinginan. Aku tak mampu memberi kebahagian padamu. Ibu...dalam solat, dalam doa aku selalu menyebut namamu...aku selalu menyebut namamu...dalam perjalanan hidupku yang berirama ada selalu bayanganmu menyertaiku.
Ibu....namamu abadi dalam relung hatiku.
Lagu ini untukmu Ibu...aku menyayangmi sepanjang hidupku..
KASIH IBU SEPANJANG MASA, DOA IBU SEPANJANG HAYAT
KASIH ANAK ABADI SELAMANYA UNTUKMU IBU....(SOFIYAH)














IBU (Lirik Lagu Iwan Fals)
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar